Rabu, 09 September 2015

Mata Kuliah - Etika Profesi - Tugas 1 - Etika Bisnis Online



MATA KULIAH ETIKA PROFESI
TUGAS INDIVIDU
ETIKA DALAM BISNIS ONLINE




DISUSUN OLEH :

RICO SUWARDI
625120075
KELAS B - MULTIMEDIA


PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN
UNIVERSITAS TARUMANAGARA
JAKARTA
2015



ETIKA DALAM BISNIS ONLINE

      Etika profesi memiliki banyak pengertian, salah satunya yaitu sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi. Etika profesi memiliki berbagai macam jenis, dan salah satunya Etika Bisnis, Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat.
Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat. Sedangkan menurut Business & Society-Ethics and Stakeholders Management, Etika bisnis adalah kedisplinan yang berhubungan dengan baik dan buruknya sutu tugas dan kewajiban moral dalam konteks bisnis.
    Perusahaan mengartikan prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika,yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan menaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.Etika Bisnis juga dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan jujur dan sikap yang profesional.
      Seiring dengan majunya jaman dan berkembangnya teknologi,berbisnis tidak melulu harus punya sebuah perusahaan yang besar,berbisnis dari rumah pun bisa dilakukan,hanya cukup menyediakan gadget dan koneksi internet,anda sudah bisa memulai bisnis rumahan.Kemudian anda tinggal tetapkan,bisnis apa yang dikuasai dan mulailah berinovasi agar tidak kalah bersaing.Bisnis semacam ini dikategorikan sebagai bisnis online.
Etika dari bisnis online tentu berbeda,dalam berbisnis online anda harus bisa mengatur bagaimana produk dipasarkan dan mengatur waktu untuk konsumen dengan baik,contoh yang paling mudah ditemui adalah mempromosikan di social media secara sembarangan  bahkan sampai menganggu pemilik akun,bisa kita lihat,seringnya toko online yang asal saja menulis postingan akan jualan mereka untuk kian meraup untung.Memang meraup untung boleh saja,namun demikian sebaiknya kita menjaga etika dan tidak sembarangan mengganggu orang lain.
    Sedangkan,etika bisnis di sekitar saya yang sering saya liat adalah harus adanya etika kejujuran,kejujuran adalah modal awal dari semua bisnis,apalagi sering ditemuinya kasus penipuan khusunya di toko online,kejujuran dalam bisnis dapat mendatangkan untung dan pelanggan,semakin jujur kita mengenai suatu produk,akan sangat penting bagi konsumen,karena dalam bisnis online,kita tidak bertemu secara langsung dengan konsumen,dan konsumen pasti ingin tahu sejelas mungkin, baru kemudian akan memutuskan.

    Yang tidak kalah penting adalah etika dalam tanggung jawab dan juga melayani konsumen,karena konsumen toko online bisa menghubungi kita kapan saja dan juga kita harus siap untuk mengurus produk yang diinginkan oleh konsumen.Etika dalam merespon yang baik dan cepat membuat konsumen tidak akan lari ke toko sebelah dan memilih produk kita karena bisa saja,sang konsumen sedang benar-benar membutuhkan produk tersebut.
Dan tidak berbeda jauh dengan tanggung jawab,bila kita sudah berjanji untuk mengirim dihari yang sama,namun kita mengirim keesokan hari,sang konsumen bisa saja melihat etika kita sebagai penjual yang buruk,dan membuat pembeli menjadi kesal dan enggan untuk membeli barang kita lagi.
    Hal yang terakhir dalam beretika adalah etika dalam persaingan,memang dalam bisnis online,banyak ragam barang yang ditawarkan,tetapi banyak yang menjual ragam produk yang sama,dalam hal ini,kita harus menjaga etika,dengan tidak menjatuhkan atau menjelek-jelekan pesaing kita dan jangan menaruh harga yang terlalu murah,meskipun itu adalah taktik yang anda terapkan agar konsumen mau membeli,tetapi anda bisa menghancurkan harga pasaran suatu produk.Selain itu,anda tidak boleh memalsukan barang dan hanya mengganti merknya,etika tidak baik ini bisa saja menjatuhkan reputasi anda,meskipun di indonesia barang yang dipalsukan cukup laku.Demikianlah, beberapa etika profesi dalam bisnis online yang saya temui,mungkin untuk bisnis lain diluar bisnis online,hal semacam ini bisa juga anda ditemui.  

Gambar 1. Infografis Etika Bisnis Online

Etika Bisnis Online dalam Media Sosial

Seperti yang sudah disampaikan diatas, bahwa bisnis online sedang berkembangdan sekarang adalah eranya sosial media. Sebagian besar orang banyak berkomunikasi lewat media online. Dan hal itu membantu banyak orang untuk membagikan apa saja di sosial media, seperti di Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan sebagainya. Entah yang mereka bagikan itu hal yang bersifat personal maupun berjualan.
Memanfaatkan kekuatan konten dan pemasaran di media sosial dapat membantu siapapun, untuk bisa meningkatkan konsumen dengan memanfaatkan kekuatan konten yang dibagikan dan kemudian dipasarkan dengan cara yang benar di sosial media. Tapi, jika hal ini dilakukan tanpa sebuah pengalaman yang baik, akan ada tantangan yang harus dihadapi.
 Tantangan yang dihadapi berupa harus adanya beberapa pemahaman dasar tentang pemasaran di sosial media. Mulai dari menentukan produk, bagaimana berkomunikasi yang baik dengan teman-teman atau orang lain, bagaimana menentukan target pasar yang benar, dan sebagainya.Sama dengan kehidupan nyata, kehidupan di dunia online pun membutuhkan fokus. Kita mungkinakan kesusahan, bila ingin fokus dan sukses di segala hal. Tapi tidak ada salahnya, bila kita bisa berhasil dan hebat di satu hal. Yang harus diperhatikan yaitu fokus. Fokus adalah salah satu kunci penting untuk menanamkan brand pada diri maupun produk. Meskipun ada saja orang lain yang sukses dalam berbagai bidang, lebih baik dimulai untuk memfokuskan diri pada suatu hal, terlebih bila baru saja memulai bisnis online.
Misalnya, ingin memulai bisnis online peralatan Fotografi, maka jadikan diri kita seolah - olah adalah seorang fotografer, maka akan lebih baik fokus untuk berkomunikasi di sosial media layaknya seorang fotografer. Sesekali boleh membahas tentang politik, property, kuliner atau apapun. Tapi itu hanya selingan atau terkadang saja, selebihnya, bahaslah sesuatu yang memang menjadi fokus Anda. Dengan begitu, konsumenataupun teman-teman akan paham dan mengerti apa keahlian yang dimiliki oleh penjual, dan apa produk yang akanditawarkan. Sangat menghabiskan banyak waktu jika seorang fotografer tapi lebih banyak membahas dunia kuliner daripada dunia fotografi itu sendiri. Begitu pula dengan bisnis online ini, dimana tidak ada salahnya menjual beragam barang, tetapi bila anda memiliki pemahaman lebih dan tahu betul apa yang anda jual maka konsumen pun akan semakin percaya.
Selain itu, pemasaran dan proses berkomunikasi maupun membangun konsumen di sosial media, pasti membutuhkan kesabaran. Sama seperti di dunia nyata, hasil yang berkualitas bagus membutuhkan waktu. Jika tidak sabar dengan proses yang ada, dan kemudianterlalu gencar disosial media, misalnya terus mentag suatu barang, menulis di kolom komentar orang lain, maka konsumen akan pergi tanpa kembali lagi, dikarenakan etika anda yang tidak sopan.
Sama halnya bila mempublikasikan sesuatu yang unik dan menakjubkan disosial media, didukung dengan konten yang berkualitas, biasanya konsumen akan dengan senang hati untuk berbagi. Mereka tidak ragu untuk menshare apa yang akan dijual atau apa yang dipublikasikan, dan memberitahu kepada teman-teman mereka.
Hal ini dikarenakan, dengan banyaknya orang yang berbagi dan mendiskusikan suatuproduk,akan membantu produkadadengan mudah tersebar diinternet dan kemudian kata kuncinya bisa dengan mudah didapatkan dan dicari lagi. Dampak positifnya adalah, hal ini bisa menumbuhkan kepercayaan konsumen akan nama sebagai penjual yang punya reputasi bagus.
Selain itu, investasikanlah waktu untuk mencari influencer secara online di target market produk yang dituju. Carilah mereka yang memiliki kualitas bagus dan tertarik pada produk, jasa dan bisnis yang ditawarkan. Bangunlah hubungan dengan mereka, dan ajaklah mereka untuk bekerjasama.Jikabisa menggaet atau minimal berkenalan dengan para influencer yang bagus, kemungkinan besar mereka akan berbagi konten produk dengan follower mereka. Dan, hal tersebut akan sangat bermanfaat untuk membuat penjual, produk dan bisnislebih dikenal secara luas lagi kedepannya.
Yang merupakan salah satu kunci yang paling utama dalam rangka bersosial media adalah dengan cara sering-sering mendengarkan, bukan sibuk berbicara. Sukses dengan media sosial dan pemasaran konten membutuhkan hal ini. Bergabunglah dengan audiens yang menjadi target audiens produk, misalnya di grup diskusi online, dan perhatikan hal-hal yang sering mereka bicarakan dan apa yang penting bagi mereka. Kemudian, setelah dipahami dimana benang merahnya berada, penjual bisa membuat sebuah konten yang bisa memicu percakapan yang menambah nilai dan bisa menginspirasi mereka. Dan disana bisa terjadi adanya kesempatan dimana penjual dapat mengenalkan produk secara perlahan.
Yang harus diperhatikan adalah jika penjual hanya fokus berjualan saja di sosial media, setiap hari, menghabiskan seluruh waktunya untuk mempromosikan produk ataupun jasa, maka orang akan jenuh dan dipastikan meninggalkan si penjual. Penjual harus menambahkan nilai ke dalam percakapan terhadap konsumen. Disaat konsumen mulai jenuh, saat ini adalah saat yang tepat untuk mengurangi fokus untuk berjualan dan perbanyak membuat konten yang bermanfaat dan shareable untuk konsumen. Ini akan membantuuntuk mengembangkan hubungan dengan para konsumen secara online. Jika dilakukan rutin, orang-orang secara tidak langsung akan mempromosikan penjual dan usahanya dengan sistem dari mulut ke telinga, kemudian dari telinga ke mulut lagi. Dan disaat sudah banyak konsumen yang tertarik, maka mulailah berjualan, sistem tarik - ulur ini sangatlah bermanfaat.
Harus diperhatikan bahwa janganlah sebagai penjual yang tidak bertangguang jawab, misalnya si penjual telahmempublikasikan konten ataupun produk, yang kemudian menarik konsumen, dan disaat konsumen sudah percaya serta membeli, si penjual kemudian menghilang tanpa keterangan. Hal itu jelas akan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen kepada penjual. Perlu diingat bahwa konsumen online di sosial media dapat berubah-ubah dan mereka tidak akan ragu untuk menggantikan suatu penjual bahkan langganan, dan mencari penjual lain, jika si penjual menghilang meskipun dalam jangka pendek.
Hal terakhir dalam beretika di bisnis online adalah, jika ada orang yang ingin bercakap-cakap dengan penjual, tanggapilah ia dengan baik, jangan diabaikan. Entah itu di online maupun di offline. Karena, sekali lagi, membangun hubungan adalah salah satu bagian yang paling penting dari keberhasilan menjadi penjual yang berjualan di sosial media. Jadi, akuilah dan hargai setiap orang yang mengulurkan tangan dan berkomunikasi dengan anda. Meskipun bukan konsumen, sekali lagi, ini dapat menaikan reputasi anda dan semakin dipercaya nantinya.

Di lain sisi kita sebagai penjual, dalam etika bisnis, kosumen juga harus tau etika apa yang berlaku, dimana bisnis online punya berbagai kelemahan, yang bisa memancing etika tidak baik dari konsumen, misalnya :
1. Masih kurang dipercayanya belanja secara Online.
   
Keraguan dari masyarakat jelas ini didapatkan karena saat ini telah marak para pengguna bisnis online yang menggunakan bisnisnya untuk alasan penipuan semata. Sehingga banyak para masyarakat yang curiga serta waspada ataupun ragu dari bisnis online yang dijalankan. Dengan ini, produk yang diciptakan pun akan ikut diragukan oleh para masyarkat sekitar.
    Namun hal demikian bukan semuanya dilakukan oleh para pebisnis, ada juga pebisnis yang melakukan bisnisnya dengan disiplin serta menghargai masyarakat. Hal ini sering menjadi kewaspadaan para calon pembeli yang akan membeli produk bisnis online yang tengah dijalankan.
    Hal keraguan yang berkembang di masyarakat ini dapat diminimalisasi dengan banyak cara diantaranya adalah memberikan informasi yang layak dan nyata serta tidak menimbulkan pertanyaan atau kecanggungan terhadap produk yang ditawarkan. Selain itu, anda juga dapat melakukan pendekatan dengan berbagai cara kepada para konsumen baik itu memberikan diskon atau sebagainya supaya para konsumen percaya akan produk dan bisnis yang dijalankan sehingga akan lebih mudah mendapatkan pelanggan dan tentunya produk tidak banyak diragukan masyarakat lagi. Dan bisa juga memberi jaminan untuk setiap pembelian yang terjadi.
2. Biaya pengiriman antar pulau yang mahal dan berubah-ubah
      Dalam melakukan suatu bisnis terutama bisnis online tentunya yang menjadi kendala berikutnya adalah biaya pengiriman. Semakin jauh lokasi konsumen yang akan dikirimi barang pesanannya maka akan semakin mahal pula biaya pengiriman yang akan dikeluarkan. Biaya pengiriman tentunya tidak sedikit dan tidak konstan karena hampir tiap tahun bahkan kurang dari satu tahun biaya pengiriman selalu meningkat dan tidak stabil.
    Namun adakalanya seorang pebisnis mendapatkan keuntungan biaya pengirimannya relatif lebih murah dari biasanya, akan tetapi ini sangat jarang ditemukan. Naik atau turunnya biaya pengiriman memang tidak dapat diperkirakan bahkan tidak dapat dihitung kenaikan atau penurunannya dengan stabil, akan tetapi ada cara tersendiri untuk menanggulangi masalah seperti ini yaitu degan mengemas barang dalam kemasan yang semini mungkin sehingga pengiriman tidak perlu butuh double cost. Terkadang, saat berbisnis, konsumen yang belum mengerti akan biaya ini dan biasanya memang jauh dari lokasi sang penjual, menyalahkan penjual dengan berkata bahwa ongkos kirim kemahalan dan telah menaikan harga secara sepihak, dan pada akhirnya akan batal membeli.
3. Kondisi Barang     
Tidak bisa dipungkiri, pengiriman barang adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari bisnis online. Jasa pengiriman ataupun perusahaan kurir, adalah partner sehidup semati pebisnis online, karena selain COD (cash on delivery) atau pembeli bertemu dengan penjual dan pembayaran terjadi secara langsung, satu-satunya cara agar produk bisa tiba ke tangan konsumen adalah menggunakan jasa-jasa kurir seperti ini.
Namun tidak jarang barang yang kita kirim dalam kondisi bagus bisa berakhir buruk di tangan konsumen, dari mulai barang tersebut rusak, hingga di beberapa kasus barang yang kita kirim tidak pernah tiba di tangan konsumen dan jasa pengirim bisa saja tidak bertanggung jawab akan hal ini, alhasil kita pun merugi.
Diperparah lagi, sebagian konsumen sering kali tidak mau tau barang tersebut ada dimana, atau siapa yang salah. Intinya barang itu tidak sampai, maka kredibilitas kita sebagai penjual online pun ikut rusak karena pengiriman yang bermasalah tersebut. Konsumen pun akan komplain dan produk yang diterima dalam kondisi rusak ini akan diretur, dan bisa memakan waktu beberapa hari untuk penggantian dan dengan harapan, tidak rusak lagi di tangan jasa pengririman ataupun kurir.




Gambar 2. Infografis Beberapa Kelemahan Bisnis Online yang dapat memancing etika buruk konsumen

Tipe - Tipe Konsumen

Berbicara lebih dalam mengenai konsumen, dalam berbisnis online anda pasti akan berinteraksi dengan banyak orang, baik calon konsumen maupun pelanggan tetap. Penjual akan berinteraksi dengan mereka baik langsung (COD) maupun tidak langsung (melalui media sosial). Dalam hal ini interaksi yang akan terjadi adalah berkomunikasi. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda saat berkomunikasi, yang akan mempengaruhi penjualan bisnis online anda. Tentu anda perlu menghadapi dan melayani konsumen dengan etika yang baik. Oleh karena itu, sebelum anda berinteraksi lebih dalam dengan pelanggan anda, anda harus mengetahui beberapa tipe konsumen yang sering ditemui pada umumnya.

Tipe konsumen “pemula” dapat diketahui dari sikap dan cara dia bertanya tentang produk anda. Biasanya, pertanyaan-pertanyaan yang akan ia tanyakan meliputi pertanyaan yang sangat sederhana/ mendasar seperti cara pembayaran, cara pengiriman, dll. Hal ini menunjukan bahwa dia adalah orang yang sangat awam dengan dunia belanja online. Saat anda menghadapi konsumen yang seperti ini, sebaiknya anda menjelaskan dengan merinci pertanyaan darinya. Dengan etika yang baik dan kesabaran anda, maka bisa saja ia jadi pelanggan anda nantinya.
Tipe kedua adalah konsumen yang pintar, bila anda bertemu dengan tipe yang satu ini, mungkin anda akan kewalahan untuk melayaninya. Tipe konsumen yang seperti ini berkebalikan dari tipe pemula. Konsumen yang pintar biasanya mengetahui jalannya komunikasi, karena biasanya ia dapat menangkap apa yang akan anda presentasikan atau katakan dalam suatu bisnis online. Anda harus cerdik dan menjaga etika dengan tidak sombong, karena biasanya konsumen yang pintar lebih ingin pendapat mereka yang benar dan dihargai oleh anda.
Tipe konsumen yang ke tiga adalah peneliti. Tipe peniliti sangat berbeda dengan tipe pemula maupun tipe pintar. Konsumen tersebut akan meneliti produk anda secara mendetail seperti kelebihan dan kekurangan produk anda. Bukan itu saja biasanya mereka juga akan menilai presentasi, tampilan situs bisnis, bahkan hingga ke sikap anda terhadap konsumen. Oleh karena itu, anda harus lebih cermat dalam memberikan pelayanan kepada konsumen tersebut. Lakukanlah yang terbaik bagi setiap konsumen anda. Agar konsumen anda puas dengan pelayanan anda. Karena berbagai etika, yang telah anda tunjukan dan mungkin pada beberapa media social, seperti komentar baik yang diutarakan oleh konsumen lain, menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi tipe konsumen ini.
Tipe penanya merupakan gabungan antara tipe pintar dengan tipe pemula. Ciri khas tipe ini adalah mereka akan menanyakan sesuatu yang dapat membuat anda bingung atau sulit untuk mejawabnya. Dengan kepintarannya, konsumen tipe ini akan berusaha untuk menggali dalam-dalam semua hal tentang bisnis anda. Konsumen tipe ini biasanya memiliki pengetahuan mengenai bisnis anda. Dan telah melakukan riset sebelumnya, etika kesabaran lagi-lagi harus anda pertahankan.
Tipe pembanding, mungkin anda sudah memiliki sedikit bayangan tentang tipe konsumen yang satu ini. Ya, konsumen tipe ini biasanya akan membandingkan bisnis anda dengan bisnis orang lain. Hal tersebut ia lakukan bukan semata-mata hanya untuk perbandingan, melainkan ia ingin mendapatkan produk yang terbaik dari yang terbaik dengan pengeluaran seminim mungkin. Tetaplah meladeni konsumen dengan tipe ini, karena pada akhirnya, meskipun kita menjual barang bukan pada harga termurah yang ia cari, bila konsumen ini lebih percaya dan tertarik dengan etika kita dalam bersikap dan menjawab apapun yang ia tanyakan, maka bisa saja, ia akan memilih untuk membeli pada kita.
Tipe pendiam,biasanya konsumen dengan tipe ini akan cenderung diam, namun di balik diamnya ada yang sedang ia lakukan. Tipe pendiam akan berfokus dan mencari tahu tentang kekurangan dan kelebihan dari bisnis anda. Terkadang mereka tidak akan mempedulikan testimonial yang ada, karena mereka cenderung berfokus pada fakta yang ada. Konsumen macam ini, mungkin tidak diketahui penjual, karena biasanya tidak bertanya langsung.
Tipe Angkuh, Anda harus lebih berhati-hati dengan tipe konsumen ini. Biasanya tipe angkuh akan lebih sering mengomentari anda dengan nada yang cukup mengkritik dan terkadang kritikannya bisa saja menjatuhkan, pedas, atau justru membangun. Anda perlu lebih berhati-hati dalam beretika. Jangan sampai menyinggung perasaan konsumen tipe ini, karena bisa jadi bisnis anda jatuh dengan cepat karena testimonial yang buruk dari konsumen tipe ini. Karena dalam bisnis online, satu kejelekan kita akan lebih dipertimbangkan dan dilihat dibandingkan berbagai kelebihan kita.
Tipe Hemat, tidaklah susah untuk mengetahui seorang konsumen yang hemat. Mereka biasanya akan mencari barang diskon atau promo-promo lainnya yang dapat mengurangi harga. Bahkan orang tersebut tidak segan-segan untuk meminta pengurangan harga langsung kepada anda. Untuk menyikapi hal tersebut, anda perlu memiliki kemampuan marketing yang handal agar konsumen tidak pergi ke lain hati. Tipe ini cukup banyak di kalangan bisnis online dan biasanya adalah perempuan atau khususnya Ibu - ibu yang mengerti akan belanja online. Sikapi dengan etika sopan dan berilah pilihan yang terbaik, meskipun tidak akan membeli bila tidak anda diberi diskon pada nantinya, tipe konsumen ini bisa saja membicarakan anda dan membuat nama anda semakin terkenal.



Gambar 3. Infografis Tipe - tipe konsumen

Menghindari Etika Buruk Konsumen

Dalam dunia bisnis online salah satu resiko yang paling sering ditemui adalah penipuan. Tidak hanya oleh pembeli, mengalami penipuan juga kerap dialami oleh penjual. Mulai dari pembeli yang sudah pesan lalu menghilang, mengaku sudah transfer padahal belum, sampai dengan mengatakan bahwa barang kiriman tidak sampai padahal barang tersebut sudah ada di tangan. Bermacam-macam cara dan trik penipuan ini yang membuat penjual seringkali terkelabui. Karena itu banyak hal yang perlu diketahui sebagai penjual, yaitu cara-cara menghindari diri dari penipuan yang dilakukan oleh pembeli yang punya Etika buruk ini.
- Sebelum melakukan transaksi pastikan nama calon pembeli, apakah sudah pernah berbelanja atau apakah masuk daftar blacklist, dan hal lainnya
Kasus penipuan yang dilakukan oleh pembeli online shop sudah marak terjadi. Karena itu biasanya saat seorang pemilik online shop mengalami penipuan, dia akan memberi tahu pada pebisnis online-nya nama customer yang menipu tersebut. Daftar customer blacklist inilah yang wajib diketahui, seperti yang sudah diutarakan diatas, media social bisa jadi salah satu cara mendapatkan daftar ini. Ketika ada seorang pembeli membeli produkmu, periksa terlebih dahulu apakah dia termasuk ke dalam daftar customer blacklist tersebut. Jika iya, sudah tentu penjual tidak perlu melanjutkan transaksi, tapi berhati -hatilah karena bila ditanggapi ia bisa mencemarkan nama baik anda, cara yang paling mudah adalah beralasan bahwa tidak ada stok produk yang diinginkan. Sementara bila tidak, penjual bisa melanjutkan transaksi ke proses berikutnya. Pemeriksaan semacam ini penting hukumnya untuk menghindari kasus penipuan berulang yang biasa dilakukan oleh pembeli yang tidak beretika.
- Berlakukan sistem bayar dahulu, sebelum pengiriman kepada semua konsumen, termasuk pada orang yang sudah berlangganan
Tidak jarang kasus penipuan terjadi bukan hanya pada pembeli baru tapi juga langganan. Banyak penjual mengaku bahwa pembeli yang melakukan pembelian berulanglah yang justru melakukan pembelian. Karena sudah merasa percaya, biasanya penjual akan mengirim barang terlebih dahulu yang dilanjutkan dengan menghilangnya pembeli. Nah karena itu, sesering apapun pelanggan melakukan pembelian tetap lakukan sistem bayar dahulu baru produk akan diberikan, di mana hanya seorang yang sudah melakukan pembayaranlah yang barangnya akan dikirim. Jangan hanya karena sudah biasa melakukan pembelian,akhirnya tertipu dengan customer tak bertanggung jawab.
- Pahami segala teknik-teknik editing foto dasar, untuk menghindari penipuan dengan mengedit resi pembayaran
Sebagai seorang penjual cerdas, harus terus menggali kemampuan, termasuk soal editing foto resi pembayaran. Sekarang ini ada banyak sekali kasus penipuan terjadi dengan cara mengedit resi transfer sehingga seolah-seolah pembeli memang sudah melakukan pembayaran. Penjual yang tidak jeli bisa terjadi tertipu dengan hasil olah foto seperti ini. Karena itu pelajarilah cara-cara mengedit foto dasar untuk mengenali apakah kiriman foto resi tersebut memang asli. Dengan mengetahui ciri-ciri foto hasil editan kamu akan lebih gampang terhindari dari penipuan. Serta untuk lebih meyakinkan lagi jangan lupa selalu mengecek rekening.
- Cek rekening untuk memeriksa pembayaran
Ya kasus penipuan yang banyak dilakukan oleh pembeli adalah dengan mengaku sudah transfer padahal belum, masih berkaitan dengan hal diatas. Itulah mengapa penting sekali bagi kamu penjual online shop untuk selalu mengecek apakah pembeli yang memesan barang memang benar sudah melakukan pembayaran. Umumnya pengecekan seperti ini dilakukan ATM, via internet atau mobile banking. Namun bila kamu adalah toko online yang memiliki banyak akun bank, pengecekan secara manual (satu persatu) seperti itu bisa dibilang merepotkan. Diperlukan aplikasi keuangan yang bisa membantumu mengecek uang masuk dan keluar dalam satu layar seperti yang dilakukan, tetapi ada baiknya tetap dilakukan karena dapat menghindarkan anda dari kerugian.
- Pastikan No resi pengiriman untuk mengecek status terkirimnya barang
Tidak hanya kasus hit dan run saja, penipuan juga kerap dilakukan dengan modus pembeli yang mengaku barangnya tidak sampai. Dengan etika yang tidak sopan, mereka akan memarahi pemilik online shop dengan mengatakan barang belum diterima, padahal sih sebenarnya sudah. Untuk menghindari penipuan seperti ini terjadi, kamu wajib selalu memiliki no resi untuk melihat status pengiriman barang. Dengan no resi di tangan pembeli tidak bisa lagi berkelit karena dari website ekspedisi kita bisa mengetahui apakah barang tersebut sudah diterima atau belum. Pada intinya supaya tidak mengalami kerugian kita harus pandai melakukan antisipasi diri.
- Selalu foto semua produk agar pembeli tidak bisa menipu.
Modus penipuan yang juga harus diperhatikan adalah konsumen yang mengaku barangnya rusak atau cacat, padahal tidak. Dengan aksi marah-marahnya si pembeli akan memarahi penjual dan biasanya meminta ganti rugi, diskon, minta tukar barang. Tak jarang mereka juga mengancam dengan mengatakan akan menyebarkan hal ini untuk membuat penjual takut. Agar hal mengjengkelkan seperti ini tak terjadi, sebelum akan mengirim barang foto tersebut barang tersebut dan kirimkan pada pembeli. Dengan ini antara penjual dan konsumenakan sama-sama sudah tahu bahwa barang yang dikirim dalam kondisi baik, walaupun terkadang memang ada resiko rusak karena pengiriman. 




   Gambar 4. Infografis Menghindari Etika Buruk Konsumen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar